Kamis, 25 Februari 2016

Hari Kedua - Trikotilomania

Hari kedua bawaannya ngantuk. Mungkin karena semalaman gak bisa tidur setelah ngeluwak satu gelas. Ditambah aktifitas trikotilomanianya nggak sembuh-sembuh juga, bikin pusing. Tangan gak brenti-brentinya cabutin rambut di kepala. Kalau gak dipaksain tidur, gak tahu lagi ceritanya bakal kayak gimana. Lagi-lagi itu yang terjadi kalau pikiran lagi bingung. Tangannya gak bisa diem buat cabutin rambutnya. Sampai kapan coba, lama-lama botak juga nih kepala!!! Ada yang bisa kasih tahu nggak gimana cara'a biar penyakit kejiwaan ini pergi dari hidupku. Capek nih!!

Masih bingung ya apa itu trikotilomania?!
Ok, aku coba jelaskan disini apa itu trikotilomania. Trikotilomania adalah dorongan tak tertahankan untuk menarik rambut dari area kulit kepala, alis, atau area lain dari tubuh. Menurut seorang dokter muda sih trikotilomania itu merupakan gangguan kesehatan psikologis atau kejiwaan. Istilah trikotilomania berasal dari bahasa Yunani. Gabungan dari tiga suku kata; yaitu thrix yang berarti rambut, tillein yang berarti menarik, dan mania yang berarti kegilaan. Adalah gangguan impuls dimana orang merasa ketegangan yang meningkat dan dapat lega hanya dengan menarik atau terus menerus mencabuti rambut mereka sehingga timbul daerah-daerah botak. Gangguan ini ditandai oleh tindakan berulang yang tidak mempunyai motivasi rasional yang jelas.

Dan katanya lagi penyebab penyakit ini timbul karena stress, kesepian, dan frustasi. Dipikir-pikir keren amat gue punya kegilaan atau mania...tapi sayang banget kegilaannya merugikan diri gue sendiri. Tapi beneran lho, pas gue ngelakuin itu semua, gue ngerasa lega, puas dan kecemasan gue hilang. Cuman satu yang bikin bete, kepalanya sakit habis dicabutin terus menerus. Dan pastinya botak dimana-mana. Ya sudahlah...jilbab masih melindungi kebotakanku. Heheehe..

Mungkin kalian berpikir, emang gak malu share masalah penyakit gue sendiri, gak malu gitu ketahuan kepalanya botak sebelah-sebelah atau apalah-apalah.... Bagi gue sih, disini gue bercerita karena gue butuh pertolongan dari teman-teman semua. Itu juga kalau kalian sayang sama gue dan mau nolongin gue. Cukup tahu doank juga gak pa-pa kok. Sharing aja, siapa tahu kalian juga ngalamin apa yang gue alami. Bagi lo yang kayak gue, tenang...lo nggak sendiri!! Dan bagi yang baru tahu jenis penyakit kejiwaan kayak gini, kenali gejalanya dan kita cari solusinya bareng-bareng.

Kegilaan kita yang ternyata butuh kasih sayang ini memang tak beralasan. Sebenarnya masih bisa kita menghindarinya. Biasanya kalau gue lagi merasa kesepian, galau, bingung, pas malam-malam pasti gak ada kegiatan lain selain bengong. Acara tv cuma dipelotoin doank. Tiba-tiba tangan menyibak rambut dan mulai gatel buat nggak cabutin. Biasanya gue langsung coba ambil tablet dan main games. Intinya saat kegalauan melanda jangan biarkan kedua tangan kita nganggur. Karena pasti rambut kepala akan jadi sasaran kegalauan kita. Cari cara biar jari-jari tangan kita sibuk sesibuk-sesibuknya. Karena kalau kita biarin tangan kita dengan mudah mencabuti rambut kepala kita, besoknya kita baru sadar banyak rambut-rambut kepala kita berserakan dimana-dimana. Sakit sih sudah pasti. Lain halnya saat mencabutinya, seolah kita merasakan kelegaan dan kepuasaan yang tak bisa digambarkan.

Ini aja kepala terasa nyut-nyutan. Beda sama waktu dicabutin. Huuufftttt.....sakit, hiks :'(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar