Pertahananku runtuh hari ini. Setelah libur kerja dua hari dengan partner baru. Aku kembali masuk untuk keluar. Amarahku meluap tak terbendung lagi. Aku kalah lantas menyerah. Aku keluar dari tempat ini. Hingga bulan Agustus berakhir di tahun ini. Itu berarti dalam jangka waktu satu minggu aku akan berkutat dengan kekesalan diri. Sudahlah, aku benar-benar lelah untuk kali ini.
Aku malas bertemu dengan orang yang beralasan keadaan untuk meminta iba orang lain. Alasan usia untuk menghargai orang lain. Tak beretika, tak kenal pepatah "dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung", tak ingat penyesuaian diri, tak tahu kalimat "tak kenal maka tak sayang", cukup untukku untuk menyerah dan mengalah pada manusia bertype seperti itu. Meski harus kehilangan pekerjaan. Aku lelah...lelah!!!
Bahkan aku memang sudah tak nyaman dengan keadaan sekitar. Cukup lelah pula aku menghabiskan waktu ku dan mengesampingkan anakku. Harus ada yang dikorbankan.
Semoga setelah ini ada tempat yang sesuai dengan sifatku yang keras. Maafkan aku Tuhan, aku menyerah.....
Esok aku menunggu keajaiban dan kebesaran dari_Mu...
Pardon me God......
Kamis, 25 Agustus 2016
Rabu, 02 Maret 2016
Hari 9 || Pengkristenisasian Terselubung
Hari ini alhamdulillah masih diberi kekuatan meski badan terkulai lemah setelah kemarin muntah dan hanya terduduk lesu dipojokan toko. Mulut pahit, muka pucat, dan kepala masih terus bergejolak pusing. Bissmillah hari ini aku sanggup menjalaninya dengan pertolongan dari sang Khaliq.
Pagi ini aku bertemu dengan dua orang ibu yang sedang memilih inner hijab atau kami menyebutnya antem. Sambil membereskan barang jualanku, dua ibu ini asyik ngobrol sambil sedikit memancing agar aku ikut bicara dan bertanya. Dilihat dari cara mereka berbicara, mereka sok tahu dengan apa yang menjadi topik perbincangan mereka.
"Ini mah bukan yang digunakan sebelum pake kerudung (atau yang dia maksud, barang ini bukan inner)." kata seorang ibu yang berkaca mata disebelahku.
"Oh bukan ya..." timpal ibu satunya lagi.
Karena saya tidak terima dengan pernyataan ibu berkacamata tadi, aku langsung saja ikut bicara;
"Oh ini daleman kok bu, buka aja kalau ibu pengen liat." ucapku.
Sambil membuka inner yang aku sodorkan ibu ini berkata lagi; "Oh iya ya, tapi biasanya daleman sebelum pake kerudung nggak begini ya."
"Iya bu, ini inner yang sampe leher...namanya antem." balasku menjelaskan.
Sambil sedikit kesal aku menggerutu dalam hati "jelaslah ibu nggak tahu dan jangan sok tahu, pake kerudung aja nggak." Masih terus membereskan daganganku, ibu ini terus beragumen seru. Tanpa aku duga sebelumnya, ibu berkacamata ini malah menanyaiku pertanyaan aneh.
"Mbak orang Sunda?" tanyanya
"Muhun." Jawabku singkat
"Mbak mau nggak saya kasih ini." sambil menyodorkan sebuah brosur
"Mbak sudah berkeluarga atau belum, nanti mbak tanya-tanya kita aja nanti kita jawab pake alkitab." lanjutnya dengan bahasa Sunda yang belepotan.
"Hubungi kita disini ya." sambil menunjuk alamat link yang ada di brosur yang mereka berikan.
Aku hanya mengangguk dan membiarkan mereka segera pergi dari hadapanku.
"Saya memang sedang sakit. Mungkin kalian berfikir dengan mudah saya bisa menerima kalian dan usaha kalian karena melihat keadaan saya yang tengah sakit dan seperti butuh pertolongan. Tapi ini raga saya, tidak dengan jiwa dan iman saya. Untuk apa saya setiap hari mengkaji diri. Menyaksikan seratus cara kalian mengkristenkan orang-orang di dunia lewat you tube. Kalian salah dengan cara kalian, terlebih agama kalian." ketusku saat mereka pergi
Ya Allah semoga Engkau sentiasa melindungiku dan imanku. Menjauhkan godaan syaitannirrajiim... Dan aku kembalikan lagi ujian yang telah Engkau beri untukku. Karena aku hanya bisa melewatinya sebatas kemampuanku. Selebihnya aku serahkan semuanya kepada-Mu.
Aamiin
Sabtu, 27 Februari 2016
Hari Keempat || H U J A N
Meski basah dibagian-bagian bajuku, namun tidak terlalu kuyub. Hanya bagian-bagian tertentu saja dari tubuhku.
Sebenarnya sudah dua malam ini ada satu anak laki-laki mencoba berbaik hati untuk menjemputku dari pulang kerja. Tapi dari kemarin hingga sekarang, Tuhan belum mengizinkan dia menjemputku. Seseorang yang tiba-tiba ada di kontak bbm ku, yang selalu aku abaikan setiap sapaannya selama setahun terakhir ini. Entah kenapa juga aku masih menyimpan kontaknya. Bukan malah menghapusnya, atau apapun itu untuk tidak lagi menjawab semua sapaannya. Sebenarnya bukan tak mau, tapi aku malu. Usianya terlalu muda untuk mencoba lebih dekat dengan aku yang perbedaan usianya jauh berbeda 7 tahun dari aku.
Dua kali panggilan masuk di ponselku dari nomor yang tidak pernah aku simpan itu aku biarkan terus berdering tanpa menerimanya. Dan aku tahu siapa itu. Husni, nama pemuda yang aku maksud. Jebolan pesantren ternama di kota dodol sana, juga seorang anak band. Pikirku, " kenapa harus anak band lagi Tuhan...."
Panggilan ketiga aku mencoba mengangkatnya, "Assalamu'alaikum, teteh dimana?" suara disebrang sana sedikit berteriak seolah tak ingin kalah oleh suara hujan deras yang mengguyur kota kami.
"Wa'alaikumsalam...kamu pulang aja, aku sebentar lagi nyampe, lagi diangkot." jawabku memakai bahasa sunda tentunya.
"Katanya mau nungguin dijemput saya." lanjutnya
"Iya maaf, tadi langsung naek aja, soalnya hujannya lama brentinya." jawabku mencari-cari alasan tepat agak tidak terkesan menolaknya secara kasar.
"Ya udah hati-hati ya teh, kalo udah sampe bbm ya." katanya mencoba membuatku aman dengan perhatian darinya.
"Iya, makasih." jawabku singkat
"Assalamu'alaikum..." ucapnya menutup dialog
"Wa'alaikumsalam..." jawabku dan memandang layar ponselku menunggu Husni yang menutupnya.
Sekarang Husni menunggu kabar bbm dariku. Aku sedikit kesal lagi, karena privasiku harus sedikit terganggu. Meski begitu, aku tetap harus membalas chatnya. Gak sopan kalau tidak aku balas lagi. Dia sudah cukup berjuang untuk mendapatkan sedikit saja perhatianku. Kenapa aku tidak bisa membalasnya juga dengan hanya membalas chatnya yang sebelumnya sering aku jawab menggantung.
"Jangan anak band lagi Tuhan...jangan..." pintaku dalam hati. Sudah cukup bagaimana aku merasakan bagaimana hubungan yang pernah aku alami bersama mereka para anak-anak band. Tak pernah ada yang berhasil. Semuanya berakhir di dapur rekaman tanpa menoleh lagi padaku. Entah karena terlalu sibuk menjadi artis, atau memang ketenaran membuat mereka berubah menjadi oranglain. Meski terkadang mereka datang di saat yang tidak tepat. Ya...datang lagi saat aku tengah dekat dengan yang lain.
Kopi yang kubiarkan mendingin tinggal setengah gelas malas aku minum lagi. Berbaring malas di kasur palembang yang sudah mulai lapuk dan sedikit berbau. Ditemani lagu-lagu di radio lokal yang sengaja aku nyalakan agar malamku tak terlalu sepi. Mata lelahkupun mulai terpejam sejenak terdengar lagu vetty vera mendayu-dayu menggodaku terlelap dalam dinginnya malam. "...gerimis malam ini kelabunya cintaku...kau memilih dirinya sebagai teman hidupmu...."
Kopi yang kubiarkan mendingin tinggal setengah gelas malas aku minum lagi. Berbaring malas di kasur palembang yang sudah mulai lapuk dan sedikit berbau. Ditemani lagu-lagu di radio lokal yang sengaja aku nyalakan agar malamku tak terlalu sepi. Mata lelahkupun mulai terpejam sejenak terdengar lagu vetty vera mendayu-dayu menggodaku terlelap dalam dinginnya malam. "...gerimis malam ini kelabunya cintaku...kau memilih dirinya sebagai teman hidupmu...."
Jumat, 26 Februari 2016
Hari Ketiga || Be Yourself
Hari ini memang tak terlalu ramai seperti kemarin. Aku lebih banyak diam dan tetap terus greeting. Pangsa pasar mungkin sedang sepi. Terlebih ini tanggal tua. Butuh pertimbangan yang matang bagi semua orang untuk membelanjakan uangnya ditanggal-tanggal seperti sekarang ini. Ya bissmillah saja, waktu pulang masih beberapa jam lagi. Mudah-mudahan ada perubahan omsetnya dan bertambah.
Sedikit aku ambil pelajaran tentang hidup dari cerita yang aku alami hari ini. Tak perlu detilnya. Intinya, aku tetap tidak akan pernah ingin mengerti dengan gaya hidup kalian. Aku tidak ingin mengerti saat kalian menyuruhku untuk menjadi begini, harus seperti begitu. Aku tidak akan pernah mengikuti kemauan kalian dan aku tak ingin menjadi mengerti tentang semua itu.
Ini aku, apa adanya aku. Bila kalian tidak menyukainya tinggal ungkapkan saja tanpa harus menyuruhku menjadi orang lain yang bukan diriku. Karena percuma saja, aku akan tetap menjadi Rose yang blak-blakan, dekil, cerewet, dan apalah-apalah lainnya. Suka, terima. Tidak suka, ya sudah....ini AKU!!!!
Toh selama itu tidak merugikan kalian, kenapa kalian harus pusing dengan semua hal tentang aku??! Kecuali aku sudah keluar dari jalur yang benar, baru ingatkan aku. Dan ternyata susah ya di zaman sekarang untuk tidak bisa terlalu mengikuti arus zaman. Diam dibilang sombong, bergaul tetap salah juga karena harus menyesuaikan diri dengan mereka. Penyesuaian dalam hal mode, fashion, dandanan, bla...bla...bla...ah, terlalu munafik bagiku bila menurutinya. Karena itu bukan bagian dari diriku. Ini aku yang semau gue dalam hal dandanan, dan yang gak kampungan-kampungan juga kalliii...Ya udah ini aku apa adanya!!! Mau diubah kayak apalagi biar kalian bisa nerima gue????!
Finally, buat hari ini...biarkan aku menjalankan hakku sebagai manusia yang lebih manusiawi lagi. Aku menerima kalian yang rata-rata diatas levelku karena aku tahu kita sama di hadapan Allah. Aku akan lebih respect buat kalian yang selalu mengingatkanku tentang-Nya, bukan tentang yang lain. Aku akan lebih senang bila kalian mengingatkan aku tentang kelalaianku dan mengajakku berlomba menjadi makhluk-Nya yang bertakwa. Aku mau, dan aku akan sangat bangga bila kalian melakukan itu. Bukan malah mengingatkan aku tentang bagaimana caranya mengejar dunia. Tidak, aku tidak butuh itu!!? Aku butuh kalian yang selalu mengingatkan aku akan kesalahan aku, akan kewajiban-kewajibanku pada sang Pencipta. Jadi tolong, ajak aku menuju jannah bila kalian berada di jalan-Nya. Ajak aku....
Hari jum'at ini memang terlalu sensitif bila di lihat dari sisi yang lain. Kodrat kewanitaanya masih normal. Belum surut...masih nunggu kering. Kalian pasti tahu apa yang aku maksud soal kodrat kewanitaan yang satu ini. Tentang saat wanita menjadi paling benar soal perasaannya, saat hal ini tiba.
Ya sudahlah...menjadi diri sendiri itu lebih baik selama tidak merugikan orang lain. Dan mengajarkan diri untuk tak menjadi orang munafik. Selebihnya, jujur malam ini aku lapar. Hahaha...dang ngadong hepeng bah!!??
Dah ah, wassalam lanjut besok lagi. Prepare pulang dulu..... ^_^
Kamis, 25 Februari 2016
Hari Kedua - Trikotilomania
Hari kedua bawaannya ngantuk. Mungkin karena semalaman gak bisa tidur setelah ngeluwak satu gelas. Ditambah aktifitas trikotilomanianya nggak sembuh-sembuh juga, bikin pusing. Tangan gak brenti-brentinya cabutin rambut di kepala. Kalau gak dipaksain tidur, gak tahu lagi ceritanya bakal kayak gimana. Lagi-lagi itu yang terjadi kalau pikiran lagi bingung. Tangannya gak bisa diem buat cabutin rambutnya. Sampai kapan coba, lama-lama botak juga nih kepala!!! Ada yang bisa kasih tahu nggak gimana cara'a biar penyakit kejiwaan ini pergi dari hidupku. Capek nih!!
Masih bingung ya apa itu trikotilomania?!
Ok, aku coba jelaskan disini apa itu trikotilomania. Trikotilomania adalah dorongan tak tertahankan untuk menarik rambut dari area kulit kepala, alis, atau area lain dari tubuh. Menurut seorang dokter muda sih trikotilomania itu merupakan gangguan kesehatan psikologis atau kejiwaan. Istilah trikotilomania berasal dari bahasa Yunani. Gabungan dari tiga suku kata; yaitu thrix yang berarti rambut, tillein yang berarti menarik, dan mania yang berarti kegilaan. Adalah gangguan impuls dimana orang merasa ketegangan yang meningkat dan dapat lega hanya dengan menarik atau terus menerus mencabuti rambut mereka sehingga timbul daerah-daerah botak. Gangguan ini ditandai oleh tindakan berulang yang tidak mempunyai motivasi rasional yang jelas.
Dan katanya lagi penyebab penyakit ini timbul karena stress, kesepian, dan frustasi. Dipikir-pikir keren amat gue punya kegilaan atau mania...tapi sayang banget kegilaannya merugikan diri gue sendiri. Tapi beneran lho, pas gue ngelakuin itu semua, gue ngerasa lega, puas dan kecemasan gue hilang. Cuman satu yang bikin bete, kepalanya sakit habis dicabutin terus menerus. Dan pastinya botak dimana-mana. Ya sudahlah...jilbab masih melindungi kebotakanku. Heheehe..
Mungkin kalian berpikir, emang gak malu share masalah penyakit gue sendiri, gak malu gitu ketahuan kepalanya botak sebelah-sebelah atau apalah-apalah.... Bagi gue sih, disini gue bercerita karena gue butuh pertolongan dari teman-teman semua. Itu juga kalau kalian sayang sama gue dan mau nolongin gue. Cukup tahu doank juga gak pa-pa kok. Sharing aja, siapa tahu kalian juga ngalamin apa yang gue alami. Bagi lo yang kayak gue, tenang...lo nggak sendiri!! Dan bagi yang baru tahu jenis penyakit kejiwaan kayak gini, kenali gejalanya dan kita cari solusinya bareng-bareng.
Kegilaan kita yang ternyata butuh kasih sayang ini memang tak beralasan. Sebenarnya masih bisa kita menghindarinya. Biasanya kalau gue lagi merasa kesepian, galau, bingung, pas malam-malam pasti gak ada kegiatan lain selain bengong. Acara tv cuma dipelotoin doank. Tiba-tiba tangan menyibak rambut dan mulai gatel buat nggak cabutin. Biasanya gue langsung coba ambil tablet dan main games. Intinya saat kegalauan melanda jangan biarkan kedua tangan kita nganggur. Karena pasti rambut kepala akan jadi sasaran kegalauan kita. Cari cara biar jari-jari tangan kita sibuk sesibuk-sesibuknya. Karena kalau kita biarin tangan kita dengan mudah mencabuti rambut kepala kita, besoknya kita baru sadar banyak rambut-rambut kepala kita berserakan dimana-dimana. Sakit sih sudah pasti. Lain halnya saat mencabutinya, seolah kita merasakan kelegaan dan kepuasaan yang tak bisa digambarkan.
Ini aja kepala terasa nyut-nyutan. Beda sama waktu dicabutin. Huuufftttt.....sakit, hiks :'(
Masih bingung ya apa itu trikotilomania?!
Ok, aku coba jelaskan disini apa itu trikotilomania. Trikotilomania adalah dorongan tak tertahankan untuk menarik rambut dari area kulit kepala, alis, atau area lain dari tubuh. Menurut seorang dokter muda sih trikotilomania itu merupakan gangguan kesehatan psikologis atau kejiwaan. Istilah trikotilomania berasal dari bahasa Yunani. Gabungan dari tiga suku kata; yaitu thrix yang berarti rambut, tillein yang berarti menarik, dan mania yang berarti kegilaan. Adalah gangguan impuls dimana orang merasa ketegangan yang meningkat dan dapat lega hanya dengan menarik atau terus menerus mencabuti rambut mereka sehingga timbul daerah-daerah botak. Gangguan ini ditandai oleh tindakan berulang yang tidak mempunyai motivasi rasional yang jelas.
Dan katanya lagi penyebab penyakit ini timbul karena stress, kesepian, dan frustasi. Dipikir-pikir keren amat gue punya kegilaan atau mania...tapi sayang banget kegilaannya merugikan diri gue sendiri. Tapi beneran lho, pas gue ngelakuin itu semua, gue ngerasa lega, puas dan kecemasan gue hilang. Cuman satu yang bikin bete, kepalanya sakit habis dicabutin terus menerus. Dan pastinya botak dimana-mana. Ya sudahlah...jilbab masih melindungi kebotakanku. Heheehe..
Mungkin kalian berpikir, emang gak malu share masalah penyakit gue sendiri, gak malu gitu ketahuan kepalanya botak sebelah-sebelah atau apalah-apalah.... Bagi gue sih, disini gue bercerita karena gue butuh pertolongan dari teman-teman semua. Itu juga kalau kalian sayang sama gue dan mau nolongin gue. Cukup tahu doank juga gak pa-pa kok. Sharing aja, siapa tahu kalian juga ngalamin apa yang gue alami. Bagi lo yang kayak gue, tenang...lo nggak sendiri!! Dan bagi yang baru tahu jenis penyakit kejiwaan kayak gini, kenali gejalanya dan kita cari solusinya bareng-bareng.
Kegilaan kita yang ternyata butuh kasih sayang ini memang tak beralasan. Sebenarnya masih bisa kita menghindarinya. Biasanya kalau gue lagi merasa kesepian, galau, bingung, pas malam-malam pasti gak ada kegiatan lain selain bengong. Acara tv cuma dipelotoin doank. Tiba-tiba tangan menyibak rambut dan mulai gatel buat nggak cabutin. Biasanya gue langsung coba ambil tablet dan main games. Intinya saat kegalauan melanda jangan biarkan kedua tangan kita nganggur. Karena pasti rambut kepala akan jadi sasaran kegalauan kita. Cari cara biar jari-jari tangan kita sibuk sesibuk-sesibuknya. Karena kalau kita biarin tangan kita dengan mudah mencabuti rambut kepala kita, besoknya kita baru sadar banyak rambut-rambut kepala kita berserakan dimana-dimana. Sakit sih sudah pasti. Lain halnya saat mencabutinya, seolah kita merasakan kelegaan dan kepuasaan yang tak bisa digambarkan.
Ini aja kepala terasa nyut-nyutan. Beda sama waktu dicabutin. Huuufftttt.....sakit, hiks :'(
Rabu, 24 Februari 2016
Hari Pertama
Rabu, 24 Februari 2016
Hari ini aku tak terlalu bergegas bangun untuk bekerja ditempat baru. Seperti yang selalu orang-orang lakukan di hari pertama mereka bekerja. Ditambah karena hari ini aku berhalangan shalat, jadi aku bangun sedikit terlambat dari biasanya. Apalagi dilihat dari cuaca akhir-akhir ini yang selalu memaksa kita untuk terus berada dibalik selimut. Ya, musim penghujan telah tiba dengan intensitas yang cukup tinggi setiap harinya. Membuat malas untuk beranjak dari tempat tidur. Tapi tetap aku harus bangun, menyiapkan keperluan sekolah anak semata wayangku, sarapannya, makan siangnya, juga makan malamnya. Meninggalkannya pesan ini itu, karena aku akan meninggalkannya seharian seperti hari hari-hari sebelumnya bila aku bekerja.
Hari pertamanya masih setengah jalan aku lewati. Butuh beberapa jam lagi menuju pulang.Alhamdulillah serah terima penyetokan barang dan prosedur-prosedur lainnya lancar aku lewati. Bissmillah saat ditinggalkan Ibu Tusi ( kepala gudang ) mudah-mudahan tidak ada kekacauan. Maklum, biasanya ditempat kerja baru, sendirian, terkadang sering membuat kesalahan. Dan sialnya, aku mengalaminya!!!! Ya Allah.....tolong aku menyelesaikan ujian pertamaku di sekolah baruku ini.
Oh iya, tempat baruku bekerja adalah sebuah outlet kerudung di sebuah mall tertua di kota Bandung. Namanya EGYPT, lt 1 BIP Jl. Merdeka No. 56 Bandung. Jadi disini hanya tersedia kerudung model pashmina, segi empat dan scarf. Lain halnya dengan toko EGYPT yang lainnya yang menyediakan lebih banyak model-model busana muslim terbaru dan terupdate. Pashmina dan scarfnya lebih bervariatif disana. Disini hanya sebagian kecilnya saja. Tapi lumayan cukup nyaman tempatnya. Mudah-mudahan untuk seterusnya tak ada kendala selama aku bekerja disini. Bissmillah.....
Bisa dibilang cukup lancar di hari pertamanya. Mudah-mudahan besok penjualan kerudungnya lebih banyak lagi. Aamiin
Hari ini aku tak terlalu bergegas bangun untuk bekerja ditempat baru. Seperti yang selalu orang-orang lakukan di hari pertama mereka bekerja. Ditambah karena hari ini aku berhalangan shalat, jadi aku bangun sedikit terlambat dari biasanya. Apalagi dilihat dari cuaca akhir-akhir ini yang selalu memaksa kita untuk terus berada dibalik selimut. Ya, musim penghujan telah tiba dengan intensitas yang cukup tinggi setiap harinya. Membuat malas untuk beranjak dari tempat tidur. Tapi tetap aku harus bangun, menyiapkan keperluan sekolah anak semata wayangku, sarapannya, makan siangnya, juga makan malamnya. Meninggalkannya pesan ini itu, karena aku akan meninggalkannya seharian seperti hari hari-hari sebelumnya bila aku bekerja.
Hari pertamanya masih setengah jalan aku lewati. Butuh beberapa jam lagi menuju pulang.Alhamdulillah serah terima penyetokan barang dan prosedur-prosedur lainnya lancar aku lewati. Bissmillah saat ditinggalkan Ibu Tusi ( kepala gudang ) mudah-mudahan tidak ada kekacauan. Maklum, biasanya ditempat kerja baru, sendirian, terkadang sering membuat kesalahan. Dan sialnya, aku mengalaminya!!!! Ya Allah.....tolong aku menyelesaikan ujian pertamaku di sekolah baruku ini.
Oh iya, tempat baruku bekerja adalah sebuah outlet kerudung di sebuah mall tertua di kota Bandung. Namanya EGYPT, lt 1 BIP Jl. Merdeka No. 56 Bandung. Jadi disini hanya tersedia kerudung model pashmina, segi empat dan scarf. Lain halnya dengan toko EGYPT yang lainnya yang menyediakan lebih banyak model-model busana muslim terbaru dan terupdate. Pashmina dan scarfnya lebih bervariatif disana. Disini hanya sebagian kecilnya saja. Tapi lumayan cukup nyaman tempatnya. Mudah-mudahan untuk seterusnya tak ada kendala selama aku bekerja disini. Bissmillah.....
Bisa dibilang cukup lancar di hari pertamanya. Mudah-mudahan besok penjualan kerudungnya lebih banyak lagi. Aamiin
Langganan:
Postingan (Atom)