Rabu, 02 Maret 2016

Hari 9 || Pengkristenisasian Terselubung

Hari ini alhamdulillah masih diberi kekuatan meski badan terkulai lemah setelah kemarin muntah dan hanya terduduk lesu dipojokan toko. Mulut pahit, muka pucat, dan kepala masih terus bergejolak pusing. Bissmillah hari ini aku sanggup menjalaninya dengan pertolongan dari sang Khaliq.

Pagi ini aku bertemu dengan dua orang ibu yang sedang memilih inner hijab atau kami menyebutnya antem. Sambil membereskan barang jualanku, dua ibu ini asyik ngobrol sambil sedikit memancing agar aku ikut bicara dan bertanya. Dilihat dari cara mereka berbicara, mereka sok tahu dengan apa yang menjadi topik perbincangan mereka.

"Ini mah bukan yang digunakan sebelum pake kerudung (atau yang dia maksud, barang ini bukan inner)." kata seorang ibu yang berkaca mata disebelahku.
"Oh bukan ya..." timpal ibu satunya lagi.
Karena saya tidak terima dengan pernyataan ibu berkacamata tadi, aku langsung saja ikut bicara;
"Oh ini daleman kok bu, buka aja kalau ibu pengen liat." ucapku.
Sambil membuka inner yang aku sodorkan ibu ini berkata lagi; "Oh iya ya, tapi biasanya daleman sebelum pake kerudung nggak begini ya."
"Iya bu, ini inner yang sampe leher...namanya antem." balasku menjelaskan.

Sambil sedikit kesal aku menggerutu dalam hati "jelaslah ibu nggak tahu dan jangan sok tahu, pake kerudung aja nggak." Masih terus membereskan daganganku, ibu ini terus beragumen seru. Tanpa aku duga sebelumnya, ibu berkacamata ini malah menanyaiku pertanyaan aneh.
"Mbak orang Sunda?" tanyanya
"Muhun." Jawabku singkat
"Mbak mau nggak saya kasih ini." sambil menyodorkan sebuah brosur
"Mbak sudah berkeluarga atau belum, nanti mbak tanya-tanya kita aja nanti kita jawab pake alkitab." lanjutnya dengan bahasa Sunda yang belepotan.
"Hubungi kita disini ya." sambil menunjuk alamat link yang ada di brosur yang mereka berikan.
Aku hanya mengangguk dan membiarkan mereka segera pergi dari hadapanku.

"Saya memang sedang sakit. Mungkin kalian berfikir dengan mudah saya bisa menerima kalian dan usaha kalian karena melihat keadaan saya yang tengah sakit dan seperti butuh pertolongan. Tapi ini raga saya, tidak dengan jiwa dan iman saya. Untuk apa saya setiap hari mengkaji diri. Menyaksikan seratus cara kalian mengkristenkan orang-orang di dunia lewat you tube. Kalian salah dengan cara kalian, terlebih agama kalian." ketusku saat mereka pergi

 Ya Allah semoga Engkau sentiasa melindungiku dan imanku. Menjauhkan godaan syaitannirrajiim... Dan aku kembalikan lagi ujian yang telah Engkau beri untukku. Karena aku hanya bisa melewatinya sebatas kemampuanku. Selebihnya aku serahkan semuanya kepada-Mu.

Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar